Hidup adalah Perjuangan. Berjuanglah sesuai dengan kamampuan yang Tuhan berikan kepada Kita
yu

4.20.2010

Transmigrasi ke Papua, Penduduk Asli Semakin Punah

Ones Madai.......*Pemerintah pusat mulai beraksi dan menjalin hubungan kerja secara erat dengan pemerintah propinsi Papua, telah membuka kembali program transmigrasi ke daerah pegunungan tengah, sasarannya 15 kabupaten pemekaran di wilayah pegunungan.tengah, dalam konteks ini Apa tujuan dari transmigrasi ke Papua ? Apakah di papua Kehidupan orang etnis akan aman ? Apakah Melalui transmigrasi ini tidak terjadi lagi pembunuhan ? Siapa yang memotori konsep transmigrasi sampai menghadirkan di papua ? Program transmingrasi di Papua saat ini akan dilaksanakan kembali, diatur melalui Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) berdasarkan amanat UU No 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Bagi Provinsi Papua. Sebenarnya, program Transmigarasi sudah dihentikan pada masa reformasi, usulan pemerintah daerah sesuai UU Otsus. Perdasi program transmigrasi diatur dalam UU Otsus pasal 61 ayat 3, yang berbunyi 'Program transmigrasi harus dilakukan maksimal berdasarkan persetujuan Gubernur selaku kepala daerah yang menjalankan amanat UU Otsus Papua'.

Program transmigrasi yang dilakukan atas keinginan pemerintah propinsi pada tahun 2010 ini, itu diputuskan sejak tahun 2000 yang lalu karena dinilai terlalu sentralistik sehingga pada era Otsus Papua, semua program dikembalikan sesuai dengan kebutuhan Pihak tertentu. Dengan selama OSUS Pemerintah Propinsi, hasil kenyataan masih sebagai barometer dalam melaksanakan berbagai program pembangunan Daerah,Pemerintah Propinsi papua, yang rencananya akan disebarkan ke 15 kabupaten yang baru benar-benar membutukan dukungan semua pihak, Apakah wadah baru ini, bisa menjawab kesejatraan masyarakat?, namun apakah masyarakat setempat siap menerima dan menyesuaikan keterampilan yang dimiliki oleh penduduk transmigrasi?

Dalam coretan ini marilah kita membuka kembali dampak – dampak yang terjadi setelah transmigrasi di luncurkan dari Jakarta ( Ibu kota NKRI ), karena sekian banyak orang papua meninggal akibatnya datang dari program transmigrasi tersebut, sehingga apapun program yang di canangkan dari pemerintah pusat maupun pemerintah Propinsi Papua ( Kaki tangannya NKRI ) harus segera disikapi secara serius seluruh elemen masyarakat adat, intelektual, dan tokoh – tokoh yang ada di tanah Papua.

Jika kita menerima transmigrasi maka dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat lokal. dan orang - orang trans tersebut yang akan berperan dalam memusnahkan masyarakat adat, misalnya dulu pemerintah membuka program tersebut akhirnya memakan korban jiwa ( Orang Papua ), Penembakan terjadi dimana – mana seakan mereka ( TNI ) memburuh Binatang di hutan, dan sekarang bagaimana kita mencari solusi untuk menolak Transmigrasi tersebut karena Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar usai rapat koordinasi bidang transmigrasi di kantornya Kalibata Jakarta, mengatakan bawah “ Kita terus melakukan koordinasi dengan gubernur dan memberikan penyadaran kepada warga kita untuk menggali kekayaaan papua yang dahsyat itu," jadi intinya NKRI hanya menguras sumber daya Alam ( SDA ) Papua, bukan Menggali Sumber daya Manusi ( SDM ). Sekian....???


2 komentar

Anonim

Anda bisa gak sih mbedain transmigran dengan TNI?

Anonim

Berpikir tu yang positif donk ,jangan negatif emang lo mau orang papua gak maju-maju..huh dasar gak rasional

Poskan Komentar