Hidup adalah Perjuangan. Berjuanglah sesuai dengan kamampuan yang Tuhan berikan kepada Kita
yu

10.12.2008

OTONOMI KHUSUS PAPUA

APANYA YANG KHUSUS ?

Oleh Madai

Otonomi khusus telah di luncurkan oleh Negara Indonesia sejak tujuh tahun yang silam, dalam hal ini otonomi khusus hanya diberikan kepada propinsi yang terletak di ufuk timur Indonesia ( PAPUA ) dan ufuk barat indonesia (ACEH ). dengan tujuan yang sangat mulia dan mempunyai multidimensi yaitu untuk mengatur rumah tangganya sendiri, berarti segalanya yang terdapat di Propinsi Papua baik itu kekayaan alam, system pemerintahan dan lain – lain di atur oleh pemerintah daerah setempat tidak intervensi dari pemerintahan dari daerah lain maupun pemerintah Nasional, “waa….enak nie…. jika memang demikian….? ”

Melalui arus tersebut telah membawa efek yang baik , buruk dan juga efek yang mengandung dua kata tersebut, lebih menguntungkan jika efek yang baik itu terdominan di kalangan masyarakat dan di lingkungan birokrat, lebih di sayangkan lagi jika efek buruk itu mereja lelah di kalangan masyarakat jelata yang sementara lagi tertindas di dusun – dusun maupun kampung – kampung akibat perkembangan era tersebut

Sesuai dengan nama otonomi khusus, banyak orang di Papua secara khusus dan Indonesia, bahkan dunia Internasional berfikir bahwa otonomi khusus Papua mempunyai makna khusus tersendiri. Makna khusus itu di pahami dalam segala bidang. Dimana dalam kehidupan masyarakat papua itu di beri porsi khusus. Artinya harus ada sikap dan tindakan yang lebih khas tetapi juga lebih manusia menurut pemahaman secara nasional.

Pantauan saya dalam otonomi khusus ini selama tujuh tahun hingga kini apa yang menjadi basic tujuan utama tersebut belum realitas, mengapa saya tuangkan demikian? Karena dengan hadirnya otonomi khusus di tanah papua menjadi lahan bisnis dimana para elit – elit politik moment yang tepat untuk mempertebal dompet tanpa memperhatikan lingkungan sekitarnya yang sementara tidak menikmati hadirnya otonomi khusus dan belum mengenal adanya mata uang Rupiah yang beredar di kalangan elit politik local maupun interlokal, dan bertolak dari makna tujuan tersebut jika ada otonomi khusus di tanah papua boleh di katakan bahwa dengan hadirnya hal tersebut maka mengapa hingga kini belum ada pendidikan yang gratis di papua sedangkan sumber daya alam ( SDA ) emas, perak, tembaga, dll yang terletak di bumi cenderawasih, sampai saat inipun dapur bagi Negara Indonesia & menjamin beberapa Negara di kawasan ASEAN dan kawasan ASIA bahkan sampai ke Negara adhi kuasa yaitu Amerika Serikat.

Sejak wacana otonomi khusus Papua di cetuskan, satu hal yang menjadi perbincangan public masalah uang. Banyak di kalangan elit politk meghitung – hitung bagaimana rumus perimbangan antara pusat dan daerah, sedangkan apa yang dirasakan di kalangan masyarakat belum di perhatikan kata kuncinya “ Khusus Berorientasi Pada Uang”

Dampak dari orientasi berfikir yang menitik – beratkan pada masalah uang yang di rancang dalam UU otonomi khusus adalah munculnya banyak uang dalam era Otonomi khusus di Papua. Dana APBD yang triliun itu membuat manusia gelisah, para elit berfikir bahwa bagaimana uang tersebut jatuh di tangan mereka jadi kata kuncinya “ Khusus mengumpulkan kekayaan ”.

Dari dua kata kunci di atas khusus berorientasi pada uang dan khusus mengumpulkan kekayaan, maka yang terakhir adalah khusus menderitakan rakyat setempat di rumpung Melanesia, karena masyarakat jelata tidak dapat bergerak kemana – mana sebab ruang geraknya di batasi oleh kaum berjouis, namun apapun yang terjadi pada akhiratnya anda ( kaum elit ) sendiri yang akan merasakan dan bertanggung jawab di hadapan sang pencipta.

10.10.2008

Istri Mantan Bupati Korupsi di Timika

Jum'at, 10 Oktober 2008

Timika, Sekitar 500 warga yang mengatas namakan Forum Solidaritas Rakyat Mimika Bersatu pada Kamis 9/10 mendatangi dan menggelar demo ke kantor DPRD Mimika. Para pendemo dari berbagai elemen datang dengan menggunakan sekitar 20 kendaraan roda empat langsung menggelar orasi dihalaman kantor DPRD dengan penjagaan ketat aparat Kepolisian.

Para pendemo yang menghadirkan beberapa juru bicara secara bergantantian melakukan orasi dengan menggunakan pengeras suara yang dipasang di sebuah kendaraan pick up. Diantara juru bicara merangkap koordinator lapangan, Kerl Kum, Mathias Resmol, Aries Fung. Selain melakukan orasi pendemo juga membawa empat poster besar dan puluhan pamflet yang bertuliskan adili serta tangkap para koruptor. Poster dan pamflet yang dibawah pendemo antara lain bertuliskan, Hukum Harus Jelas Adili Stefra Sudora dupuy, SE; LCT Karaka? dan Proyek Jalan-jalan kenapa tidak jelas. Polisi dan Kejaksaan mana gigi Mu ,mengapa para koruptor di Mimika masih berkeliaran. Kami masyarakat mimika tak mau dipimpin oleh pemimpin yang tidak bersih, Ini suatu proses pembelajaran yang salah bagi seluruh generasi penerus yang akan datang. Tangkap dan adili pelaku kecurangan Pilkada Mimika", "Para koruptor yang berkeliaran di Timika agar segera di tangkap; serta beberapa tuntutan lainnya.

Beberapa butir pernyataan yang disampaikan oleh pendemo yaitu Pertama meminta dengan sangat kepada Bapak Kapolda Papua Irjen Polisi Bagus Ekodanto untuk segera mengusut para Koruptor yang ada di Mimika dan ditangkap serta di proses sesuai hukum, kedua serta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengaudit APBD Kabupaten Mimika selama masa jabatan Mantan Bupati Mimika terdahulu, ketiga bahwa aspirasi yang disampaikan saat ini agar dapat segera ditindak lanjuti kalau tidak masyarakat akan memalang dan menduduki kantor DPRD Mimika sampai adanya jawaban.

Koordinator demo Karel Kum saat orasi mengatakan bahwa aparat Kepolisian harus bisa menangkap para koruptor di Mimika jangan biarkan mereka bebas karena telah menghabiskan uang rakyat.Selain itu Karel juga menyampaikan bahwa pendemo juga membawa sebuah surat dari para perwakilan tokoh masyarakat Amungme dan Kamoro yang akan dikirmkan ke Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono terkait berbagai persoalan korupsi serta masalah lainnya yang ada di Kabupaten Mimika. Menurut Karel bila aspirasi ini tidak ditindak lanjuti oleh DPRD Mimika maka masyarakat sendiri akan mengantar surat langsung ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Setelah beberapa lama menunggu pendemo akhirnya diterima oleh beberapa anggota DPRD Mimika, Ketua DPRD Mimika Drs Yoseph Yopi Kilangin, Wakil Ketua DPRD Pdt Paulus Pakage, Marthinus Maturbongs, Maimun Madia, Agustinus Anggaibak, Anastasya Tekege, Gerson Wandikbo, Vincent Edoway, Philipus Wakerkwa, Marianus Maknapieku, Ivodius Jeujanan,SE. Ketua DPRD Mimika Drs Yoseph Yopi Kilangin dihadapan pendemo, mengatakan bahwa Dewan akan menerima dan melanjutkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Selain itu Ketua DPRD juga berjanji akan secepatnya membahas serta akan segera membentuk tim khusus untuk menjawab aspirasi dalam waktu yang tidak terlalu lama, menurut Yopi bahwa salut kepada pendemo yang telah menyampaikan aspirasinya secara damai dan aman dan pada prinsipnya DEwan akan seriusi hal itu, tegas Yopi.

Sementara itu Kapolres Mimika AKBP Godhelp C Mansnembra saat memberikan keterangan pers usai usai memantau demo di kantor DPR Mimika mengatakan terkait adanya tuntutan tentang kasus dugaan korupsi dengan terdakwa berinisial SSD untuk diproses, menurut Kapolres kasus itu sudah dilimpahkan ke Polda Papua. Dan kasus itu ditangani langsung oleh Polda, sementara untuk pelanggaran Pemilukada ada Tim Polda Papua yang menangani masalah itu, sehingga proses juga sudah di Polda. Sejauh ini, kata Kapolda Papua, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Papua terus melengkapi bukti-bukti dugaan tindak pidana penggelapan asset rumah dinas Bupati Mimika yang dilakukan Ny SSD, anggota DPRD Mimika yang juga istri mantan Bupati Mimika periode 2001-2006 Klemen Tinal SE MM.

Kasus dugaan penggelapan asset rumah dinas Bupati Mimika ditengarai merugikan keuangan negara sebesar Rp5 miliar.

Untuk merampungkan berkas kasus tersebut, penyidik telah memeriksa enam orang saksi yang merupakan para pejabat teras di lingkungan Pemkab Mimika.

Untuk diketahui penyidik masih akan memanggil tiga orang saksi lagi guna merampungkan berkas Ny SSD sebelum ditingkatkan ke tahap penuntutan.

"Ada tiga orang saksi lagi yang akan kami panggil untuk dimintai keterangan, di antaranya ada pejabat di lingkungan Pemkab Mimika," kata Ekodanto humas polda beberapa waktu lalu di timika.

Selain kasus dugaan penggelapan asset rumah dinas Bupati Mimika, Polda Papua juga tengah mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Mimika selama periode 2001-2006.

Untuk mendukung pengungkapan kasus-kasus dugaan korupsi tersebut, Polda Papua mengacu kepada laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jayapura tahun 2004-2006 sebagai petunjuk awal.

Tidak tertutup kemungkinan, mereka yang sudah dipanggil untuk memberikan keterangan seputar dugaan korupsi di Kabupaten Mimika juga akan ditingkatkan statusnya menjadi tersangka apabila penyidik mendapatkan bukti yang kuat dan meyakinkan. John Pakage(Timika).

(sumber: kabar indonesia)

10.09.2008

KESIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA DALAM MENEMPU JENJANG PENDIDIKAN

Oleh Madai*)

Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang dominan karena satu-satunya sumberdaya yang memiliki akal, prestasi, perasaan, keinginan, karsa, pengetahuan dan keterampilan. Jadi, pada prinsipnya sumber daya manusia (SDM) adalah satu satunya sumber daya yang sangat menentukan maju mundurnya suatu daerah dalam bidang pendidikan di antaranya, aspek sosial, ekonomi, budaya dan politik.

Dengan melihat perkembangan dunia pada era globalisasi, Papua merupakan salah satu provinsi yang terletak di ufuk timur Indonesia, dengan sumber daya manusia yang relatif rendah dalam kemajuan pengembangan dan pembelajaran pendidikan, dan sumber daya alam (SDA) yang sangat bervariasi seperti, tembaga, emas, perak, dan minyak bumi.

Pendidikan Papua terbagi atas dua kawasan yaitu pendidikan di kawasan pesisir dan pendidikan di kawasan pegunungan tengah. Penulis lebih tendensi ke pengembangan pendidikan di kawasan pegunungan tengah (pedalaman). Khususnya di pegunungan tengah mengalami kendala yang sangat menyedihkan baik dalam fasilitas maupun tenaga pengajar karena masa depan rakyat dan tanah Papua tergantung dari sekarang.

Otonomi Khusus telah berjalan enam tahun, tetapi belum menampakkan wajah perubahan pendidikan di tanah Papua. Jadi, kewenangan pembangunan pendidikan di tanah Papua yang diatur melalui Undang-Undang Otonomi Khusus itu benar-benar harus digunakan untuk membangun rakyat Papua di atas tanah mereka. Karena tenaga pengajar dan fasilitas merupakan sesuatu alat yang dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Secara realitas pendidikan di pegunungan tengah (pedalaman) Papua banyak sekolah yang tidak efektif dalam proses belajar mengajar bahkan gedung sekolah tidak dapat di gunakan untuk belajar karena segala kebutuhan sekolah tidak terpenuhi dan tenaga pengajar kurang (guru). Kondisi demikian apakah sumber daya manusia akan berkembang? Dan yang bertanggung jawab terhadap pendidikan siapa? Apakah pemerintah, masyarakat, atau pihak yang berkewajiban atas berkembangnya pendidikan?

Dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di pegunungan tengah Papua sangat dibutuhkan tenaga-tenaga pengajar untuk memajukan pendidikan, karena tenaga pengajar memiliki posisi strategis dalam mengembangkan sumberdaya. Artinya, guru memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk mencapai suatu tujuan.

Kendala bagi anak anak pedalaman salah satunya adalah aksesibilitasnya, karena aksesnya tidak begitu lancar sehingga siswa yang memunya minat untuk sekolah pun semakin menurun daya semangatnya. Sebenarnya kemauan anak anak pegunungan tengah untuk sekolah sangat tinggi namun menjadi beban adalah aksesnya, karena dari rumah ke sekolah sangat jauh sekitar beberapa kilo meter jalan kaki hingga sampai di sekolah. Sementara sekolah tingkat SMP bisanya terletak di ibu kota distrik yang hanya dijangkau dengan jalan kaki dua atau tiga hari.

Selain itu, pendidikan sangat sulit berkembang karena sebagian dari tenaga pengajar inginnya menetap di perkotaan karena kondisi alam pedalaman sangat mempengaruhi keadaan fisik. Guru adalah pahlawan, karena guru sebagai pahlawan yang menyelamatkan peradaban suatu bangsa dari keterisolasian, keterbelakangan, kesengsaraan dan kebodohan. Guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Mengajar dengan mengedepankan profesinya sebagai mata pencaharinnya. Mengajar adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah. Guru mengajar sambil mendidik dan mendidik sambil mengajar. Apalagi membuka pemahaman-pemahaman pada tiap pribadi yang berbeda konsep berpikirnya.
Tingkat intelegensi yang menonjol adalah orang orang dari pedalaman di bandingkan dengan orang orang kota namun sayangnya mereka dapat ilmu dari mana sedangkan tenaga pengajar berkurang dan akibatnya banyak siswa yang tidak ingin sekolah. Suatu hipotesa mengatakan bahwa " Suatu bangsa yang tak mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki bangsanya serta mencurahkan secara efektif untuk kepentingan pembangunan maka bangsa tersebut tidak akan mampu membangun bidang lain" (Tjiptohenyanto, 69).
Hipotesa di atas memberikan gambaran yang jelas arti pentingnya sumber daya manusia bagi suatu bangsa. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini, kita harus cepat-cepat mengenali dan menguasai segala bentuk perubahan, termasuk sumber daya manusia. secara real (nyata) tempat belajar bertambah di daerah pedalaman, misalnya Distrik tigi, kabupaten Paniai dulunya dua SMP namun sekarang bertambah menjadi lima SMP. Menjadi pertanyaan adalah apakah sumberdaya bisa berkembang jika tenaga pengajar berkurang sedangkan infrastruktur meningkat ? Itu sangat tidak mungkin terjadi dalam pengembangan SDM karena yang memajukan sumberdaya adalah tenaga pengajar.

Salah satu input untuk pemerintah daerah adalah khususnya pemda pegunungan tengah mengapa dana dana pendidikan di alokasikan ke tempat lain sedangkan SDM tidak berkembang. Kalau boleh pemerintah harus menyekolahkan anak-anak ke jurusan keguruan dengan biaya pemda agar sumber daya bisa berkembang dan selesai study kembali dan mengabdi di daerah tersebut.Alasan utama orang Papua jarang studi keluar daerah adalah kurangnya sumber daya manusia, sarana dan prasarana. Selain itu, ada hal mendasar lain yaitu, tidak tersedianya studi mendalam selepas SMA. Mengenai sarana dan prasarana yang kurang seharusnya menjadi prioritas utama di samping faktor lain. Faktor lain misalnya, guru sebagai pendidik dan pengajar memiliki arti penting bagi dunia pendidikan. Terutama pendidikan formal.

10.03.2008


TATA RUANG PERKOTAAN

PAPUA

Oleh Madai*

Kota merupakan hasil cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang paling rumit dan muskil selama peradaban, Begitu banyak masalah silih berganti, akibat pertarungan kepentingan pihak – pihak elit politik di berbagai Negara yang ada di permukaan bumi, yang melatar belakangi, visi, misi, dan motivasinya berbeda satu sama lain sehingga dalam pengelolahan, pengembangan maupun perencanaan dan perancangan dalam tata ruang perkotaan yang menjalahi aturan yang telah di tetapkan dan berlakukan di suatu Negara. contohnya Negara Indonesia yang berlakukan beberapa Undang – Undang ( UU ) salah satunya adalah Undang – Undang ( UU ) Penataan Ruang No.26 tahun 2007, yang mana dalam undang – undang tersebut telah dan sudah mengatur berbagai macam tata cara pengelolahan dan pengaturan tata ruang perkotaan, namun pada realitasnya undang – undang tersebut harga mati dan hanya menjadi symbol dalam implementasinya.

Dalam era – globalisasi sekarang banyak Negara – Negara yang terjadi pergeseran dalam penataan ruang perkotaan baik itu pengaturan peruntukan tanah, pengelolahan tanah sehingga kawasan yang di alokasikan untuk pembangunan pendidikan, pengaturan tata ruang perkotaan, dan pengembangan kawasan pariwisata menjadi problema yang sangat serius dalam penataan ruang perkotaan karena tempat yang di khususkan untuk pengembangan pariwisata atau kawasan – kawasan lain sesuai penetapan dan pembagian dari badan perencanaan daerah ( BAPEDA ) setempat, malah menjadi gedung – gedung yang bertingkat di pengaruhi oleh kaum kapitalis.

Negara – Negara besar di belahan bumi, terjadi hal – hal demikian maka bagaimana dengan Propinsi Papua yang sementara menjadi permata di muka dunia dengan kelimpahan sumber daya alam ( SDA ) yang sangat bervariasi seperti emas, perak, tembaga, dan lain – lain yang patut di lestarikan di samping itu standar ketuntasan sumber daya manusia relative rendah di bandingkan dengan daerah lain yang ada di Negara kesatuan Republik Indonesia.

Penataan ruang perkotaan Propinsi Papua merupakan sosok yang sangat penting dalam perencanaan daerah, karena perencanaan dan perancangan pertama tata ruang perkotaan merupakan mulainya suatu penentuan masa depan masyarakat pada khusunya dan Propinsi Papua pada umumnya, sehingga dalam perencanaan tersebut harus melibatkan lembaga – lembaga yang ada di daerah seperti LSM, lembaga Swasta badan lembaga masyarakat agar penentuan masa depan papua akan terwujud.

Dalam penataan kawasan khusus propinsi papua lebih di optimalkan dan perlu di untuk memikirkan secara detail karena perencanaan dan pengembangan kawasan khusus lebih berfokus ke daerah yang tertinggal di samping itu masyarakat setempat belum mengenal perubahan dunia yang sementara merejalelah. oleh karena itu pengelolahan dan peruntukan tata guna lahan serta perencanaan daerah perlu di perhatikan seksama karena, Perencanaan kota dan wilayah serta rekayasawan pada hakikatnya adalah professional yang berorientasi pada masa depan. berbeda dengan ahli hukum dan bankir yang lebih berorientasi pada masa kini.

Struktur, bentuk, wajah dan penampilan kota akan terwujud apabila stakehorders bekerja sama dan melibat elemen – elemen yang ada di papua baik itu elemen dari LSM, swasta, dan masyarakat setempat agar perencanaan dan perancangan dalam tata ruang perkotaan memiliki nilai yang bobot dan di samping itu tidak menimbulkan kecemburuan antara komponen – komponen tersebut. Dalam perencanaan tata ruang perkotaan akan nampak buruk jika tidak melibatkan elemen – elemen yang menjadi terpengaruh dalam tata kota.

Dalam penataan ruang perkotaan sekarang terjadi permasalahan yang global mengenai perkotaan yang di hadapinya.

  • Pengadaan Perumahan Masal ( rumah untuk semua, termasuk pembuangan perlindungan atau keamanan lingkungan, pelayanan social ).

  • Tata Guna Lahan yang Jelek ( Erosi, reklamasi lahan, pemekaran dan pertumbuhan kota, lenyapnya habitat untuk satwa, pengundulan hutan, meluaskan tanah gersang/padang pasir, meningkatnya kandungan garam pada tanah dan air ).

  • Pertumbuhan Penduduk ( imigrasi, penyempitan ruang kehidupan, perencanaan kota yang kurang antisipatif ).

  • Pasokan Air Bersih ( distribusi air minum, kontaminasi air tanah, pengelolahan limbah cair, banjir dan kekeringan ).

  • Pencemaran Udara ( Hujan asam, menipisnya lapisan ozone, pemanasan global ).

  • Keterbatasan energi ( Sumber daya energi yang menyusut, konservasi energi ).

Selain dari enam butir masalah global tersebut, terdapat berbagai masalah lain yang agak kurang gayut ( relevan ) dengan perkembangan perkotaan, sehingga sebelum Papua berkembang bagaimana mencari solusi dengan melibatkan lembaga – lembaga yang berkompoten serta melibatkan tenaga professional dalam tata kota.



Mahasiswa Adihbuana Surabaya

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Jurusan Teknik Planologi




KESIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA DALAM MENEMPU JENJANG PENDIDIKAN

Oleh Ones Madai*)


Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang dominan karena satu-satunya sumberdaya yang memiliki akal, prestasi, perasaan, keinginan, karsa, pengetahuan dan keterampilan. Jadi, pada prinsipnya sumber daya manusia (SDM) adalah satu satunya sumber daya yang sangat menentukan maju mundurnya suatu daerah dalam bidang pendidikan di antaranya, aspek sosial, ekonomi, budaya dan politik.


Dengan melihat perkembangan dunia pada era globalisasi, Papua merupakan salah satu provinsi yang terletak di ufuk timur Indonesia, dengan sumber daya manusia yang relatif rendah dalam kemajuan pengembangan dan pembelajaran pendidikan, dan sumber daya alam (SDA) yang sangat bervariasi seperti, tembaga, emas, perak, dan minyak bumi.

Pendidikan Papua terbagi atas dua kawasan yaitu pendidikan di kawasan pesisir dan pendidikan di kawasan pegunungan tengah. Penulis lebih tendensi ke pengembangan pendidikan di kawasan pegunungan tengah (pedalaman). Khususnya di pegunungan tengah mengalami kendala yang sangat menyedihkan baik dalam fasilitas maupun tenaga pengajar karena masa depan rakyat dan tanah Papua tergantung dari sekarang.


Otonomi Khusus telah berjalan enam tahun, tetapi belum menampakkan wajah perubahan pendidikan di tanah Papua. Jadi, kewenangan pembangunan pendidikan di tanah Papua yang diatur melalui Undang-Undang Otonomi Khusus itu benar-benar harus digunakan untuk membangun rakyat Papua di atas tanah mereka. Karena tenaga pengajar dan fasilitas merupakan sesuatu alat yang dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Secara realitas pendidikan di pegunungan tengah (pedalaman) Papua banyak sekolah yang tidak efektif dalam proses belajar mengajar bahkan gedung sekolah tidak dapat di gunakan untuk belajar karena segala kebutuhan sekolah tidak terpenuhi dan tenaga pengajar kurang (guru). Kondisi demikian apakah sumber daya manusia akan berkembang? Dan yang bertanggung jawab terhadap pendidikan siapa? Apakah pemerintah, masyarakat, atau pihak yang berkewajiban atas berkembangnya pendidikan?

Dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di pegunungan tengah Papua sangat dibutuhkan tenaga-tenaga pengajar untuk memajukan pendidikan, karena tenaga pengajar memiliki posisi strategis dalam mengembangkan sumberdaya. Artinya, guru memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk mencapai suatu tujuan.

Kendala bagi anak anak pedalaman salah satunya adalah aksesibilitasnya, karena aksesnya tidak begitu lancar sehingga siswa yang memunya minat untuk sekolah pun semakin menurun daya semangatnya. Sebenarnya kemauan anak anak pegunungan tengah untuk sekolah sangat tinggi namun menjadi beban adalah aksesnya, karena dari rumah ke sekolah sangat jauh sekitar beberapa kilo meter jalan kaki hingga sampai di sekolah. Sementara sekolah tingkat SMP bisanya terletak di ibu kota distrik yang hanya dijangkau dengan jalan kaki dua atau tiga hari.

Selain itu, pendidikan sangat sulit berkembang karena sebagian dari tenaga pengajar inginnya menetap di perkotaan karena kondisi alam pedalaman sangat mempengaruhi keadaan fisik. Guru adalah pahlawan, karena guru sebagai pahlawan yang menyelamatkan peradaban suatu bangsa dari keterisolasian, keterbelakangan, kesengsaraan dan kebodohan. Guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Mengajar dengan mengedepankan profesinya sebagai mata pencaharinnya. Mengajar adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah. Guru mengajar sambil mendidik dan mendidik sambil mengajar. Apalagi membuka pemahaman-pemahaman pada tiap pribadi yang berbeda konsep berpikirnya.

Tingkat intelegensi yang menonjol adalah orang orang dari pedalaman di bandingkan dengan orang orang kota namun sayangnya mereka dapat ilmu dari mana sedangkan tenaga pengajar berkurang dan akibatnya banyak siswa yang tidak ingin sekolah. Suatu hipotesa mengatakan bahwa " Suatu bangsa yang tak mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki bangsanya serta mencurahkan secara efektif untuk kepentingan pembangunan maka bangsa tersebut tidak akan mampu membangun bidang lain" (Tjiptohenyanto, 69).

Hipotesa di atas memberikan gambaran yang jelas arti pentingnya sumber daya manusia bagi suatu bangsa. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini, kita harus cepat-cepat mengenali dan menguasai segala bentuk perubahan, termasuk sumber daya manusia. secara real (nyata) tempat belajar bertambah di daerah pedalaman, misalnya Distrik tigi, kabupaten Paniai dulunya dua SMP namun sekarang bertambah menjadi lima SMP. Menjadi pertanyaan adalah apakah sumberdaya bisa berkembang jika tenaga pengajar berkurang sedangkan infrastruktur meningkat ? Itu sangat tidak mungkin terjadi dalam pengembangan SDM karena yang memajukan sumberdaya adalah tenaga pengajar.

Salah satu input untuk pemerintah daerah adalah khususnya pemda pegunungan tengah mengapa dana dana pendidikan di alokasikan ke tempat lain sedangkan SDM tidak berkembang. Kalau boleh pemerintah harus menyekolahkan anak-anak ke jurusan keguruan dengan biaya pemda agar sumber daya bisa berkembang dan selesai study kembali dan mengabdi di daerah tersebut.Alasan utama orang Papua jarang studi keluar daerah adalah kurangnya sumber daya manusia, sarana dan prasarana. Selain itu, ada hal mendasar lain yaitu, tidak tersedianya studi mendalam selepas SMA. Mengenai sarana dan prasarana yang kurang seharusnya menjadi prioritas utama di samping faktor lain. Faktor lain misalnya, guru sebagai pendidik dan pengajar memiliki arti penting bagi dunia pendidikan. Terutama pendidikan formal.


10.01.2008

Massa Rusak Kantor KPUD Jajawijaya

Ditulis Oleh: Iwan/Papos

Selasa, 30 September 2008


WAMENA PAPOS) -Demo damai massa pendukung tiga mantan kandidat Cabup dan Wacabup Kabupaten Jayawijaya periode 2008-2013 yang dinyatakan tidak lolos verifikasi, Lince Kogoya, Drs Wasuok Sipe, dan Agus Kosay, di Kantor KPUD Jayawijaya - Wamena, (Senin 29/9) berulah anarkis.

Tindakan massa itu dengan menghancurkan seluruh kaca dan pintu bangunan kantor KPUD Jayawijaya, bahkan bangunan Kantor Dinas lainnya yang seatap dengan Kantor KPUD Jayawijaya tak luput dari sasaran, padahal para kandidat mereka baru saja berorasi di halaman kantor tersebut.

Kejadian bermula pada sekitar pukul 15.00 WIT, ketika kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang tidak lolos verifikasi bersama massanya ini mendatangi KPUD Jayawijaya.

Kedatangan mereka ke Kantor KPUD untuk meminta jawaban dari janji yang akan memberikan penjelasan tentang hasil verifikasi berkas mereka yang tidak lolos oleh pihak KPUD Jayawijaya.

Namun ketika mengetahui tak satupun anggota KPUD Jayawijaya yang hadir di kantornya masyarakat yang mendemo jadi kecewa. Mengetahui yang di demo tidak berada di tempat, pukul 15.10 WIT para kandidat dihadapan massanya berorasi.

Dihadapan massanya, pasangan kandidat itu menyoroti kinerja KPUD Jayawijaya yang tidak transparan, dan tidak tegas dalam mengambilan keputusan, bahkan dinilai dapat menimbulkan konflik, karena berpihak pada pihak tertentu tanpa memikirkan pihak yang lainnya.

Sesaat seblum usai orasi, tiba-tiba tanpa komando massa ang jumahnya sekitar seribuan lebih bergerak berlarian menuju belakang kantor KPUD lalu mulai melempar kaca-kaca dan pintu kantor.

Bukan itu saja, kantor lainnyapun yang satu lokasi dengan KPUD tak luput dari sasaran amukan masyarakat, begitupun sebuah rumah dibelakang KPUD kacanya hancur berantakan, begitupun pintu samping KPUD sudah disulut api nyaris terbakar, untung saja sebagian masyarakat lainya memadamkannya.

Ditempat terpisah pendemo yang baru saja membuat anarkis menuju salah satu kediaman anggota KPUD Jayawijaya di ujung jalan Yos Sudarso Wamena dan kembali tindakan perusakan pada sebuah mobil phanter dan sebuah sepeda motor hingga rusak parah.

Aparat keamanan dari Polresta Jaywijaya yang dibantu anggota Brimob dari Polda Papua tak kuasa membendung amarah masyarakat, sehingga hanya berusaha mengingatkan pendemo saja agar bangunan lainnya jangan dirusak karena bukan milik KPUD Jayawijaya.

Kapolres Jayawijaya yang diwakili oleh Wakapolresnya Kompol Adolf Rudi Beay mengingatkan para pendemo untuk dapat menahan diri, karena pihak keamanan sudah berusaha menghubungi para anggota KPUD untuk dapat memberikan penjelasan.

Setelah kembali pendengar arahan dari Wakapolres Jayawijaya, massa berangsur-angsur meninggalkan Kantor KPUD Jayawijaya dan meningalkan serpihan pecahan kaca dimana-mana.(iwan)


9.29.2008

VIRUS HIV AIDS MELANDA RAS MELANESIA

BY : MADAI

Dalam perkembangan dunia yang berera-globalisasi ini semakin banyak negara yang berkembang secara pesat mengikuti rotasi ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK), dan ada pula Negara yang laju perkembangnya tidak begitu cepat dalam arti infrastrukturnya tidak memadai dan pula kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak berkembang sehingga pembangunan tidak merata sampai ke kalangan masyarakat jelata.

Dalam perkembangan era –globalisasi ini ras Melanesia termasuk daerah yang perkembangannya sangat pesat dan mampu menyesuiakan dengan perkembangan dunia modern namun sayangnya yang berkembang di bangsa Melanesia adalah virus HIV dan AIDS yang bisa mengapuskan dan memusnahkan kaum kulit hitam dari tanah leluhur yang terletak di ufuk timur Indonesia sedangkan untuk perkembangan infrastruktur di tanah papua sangat minum jika di pandang dari sisi pembangunan dan kemajuan daerah.

Ras Melanesia merupakan salah satu ras yang terletak di ufuk timur Indonesia dengan kekayaan alam yang berlimpa ( SDA ) dengan sumber daya manusia (SDM) yang relative rendah di bahwa standar ketuntasan namun untuk memajukan hal tersebut kita harus memperhatikan laju perkembangan yang sementara mereja lelah di kalangan masyarakat yaitu virus HIV dan AIDS yang nantinya menjadi masalah yang sangat serius dan tidak bisa di atasi oleh manusia di muka bumi.

Menurut data desember 2007 jumlah pengidap HIV AIDS di tanah tercinta ini adalah berjumlah 3629 orang, yang sementara yang berpegang dan berperan penting yang menduduki sebagai juara pertama adalah kabupaten mimika dengan jumlah pengidap 1478 orang dan yang memegang urutan kedua adalah kabupaten merauke dengan jumlah pengidap 969 kemudian kabupaten / kota lain yang berada di ufuk timur Indonesia di bandingkan dengan data bulan juni 2007 menunjukkan jumlah pengidap 3377 maka jumlah penghidap virus ini, perkembangan sangat luar biasa. Jumlah tersebut tidak termasuk dengan wilayah papua barat hingga sampai saat ini belum memperoleh data dan informasi secara lengkap.

1478+969+…..=3629 saya sangat bangga jika penjumlahan tersebut menandakan bahwa seseorang yang mengikuti perlombahan olimpiade matematika atau ilmu hitung lainnya sehingga orang tersebut berusaha untuk mengkalkulasika di depan public, namun symbol kalkulasi tersebut menandakan bahwa jika kaum kulit hitam tidak tanggapi dengan serius maka pada suatu saat akan tersendap virus tersebut sehingga tinggallah nama kulit hitam di tanah papua dan menjadi sejarah bagi orang – orang yang akan berdomisili di daerah tersebut

Maka dari itu kita sebagai kaum intelek saya harap semua bisa bersosialisasikan ke masyarakat kecil dan jelata di dusun – dusun maupun di kampung – kampung karena sebagian dari penduduk melanesia belum pahami efek samping dari pada virus HIV AIDS tersebut sehingga sebelum mereka keluar dari dusun ke kota akan timbul suatu kesadaran dan kewaspadaan dari batinnya sehingga akan berfikiran bahwa “virus HIV AIDS adalah bisa mematikan kami dan tidak ada obatnya”

KAUM INTELEK SEBAGAI PANGGILAN UNTUK MENANGGULANGI VIRUS HIV AIDS

Panggilan Allah kepada manusia tidak lagi dalam bentuk mimpi seperti zaman dahulu namun panggilan Allah Nampak dalam kebutuhan manusia dan masalah yang harus di selesaikan. Apakah kita peduli atau tidak panggilan itu kembali ke kepribadian anda sebagai seorang kaum intelektual. Salah satu jalan untuk membebaskan bangsa Melanesia kembali pada kepribadian kita apaka kita mau membebaskan masyarakat kita yang sedang tangis untuk menanti kapan kita selesaikan masalah HIV AIDS yang sedang terjadi di tanah tercinta ini, karena beberapa LSM yang ada di papua kerjanya tidak nyata, kenapa saya bilang kerjanya tidak nyata karena jika ada LSM maka informasi tentang penanggulangan dan pencegahan HIV AIDS sudah sampai ke kalangan masyarakat.

Kita sebagai kaum intelek marilah kita intervensi dalam menangani kasus ini karena virus HIV AIDS ini yang melanda ras Melanesia dari muka bumi. Jika kita intervensi dalam masalah sumber daya manusia maupun sumber daya alam tanpa memperhatikan virus HIV AIDS maka efek samping yang terjadi adalah sangat besar di bandingkan dengan masalah – masalah lain. Masalah yang paling pokok adalah brantas HIV AIDS di papua, pembicaraan yang sering orang bicarakan di kalangan masyarakat adalah “ jika ada orang maka yang lainnya mudah di atur dengan intervensi manusia “.

Kaum intelek sebagai ujung tombak untuk keluar dari berbagai permasalahan yang terjadi di kalangan masyarakat, keadaan demikian kita sebagai kaum terpelajar rasa terpanggil dan memiliki akan berkembang di lingkungan di mana kita berdomosili. Maka itu marilah kita sosialisasikan pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di mana dan kapan saja ( ONLINE ).

JIKA ANDA MENSOSIALISAKAN KEPADA SATU ORANG MAKA ANDA MENYELAMATKAN SERIBU JIWA RAS MELANESIA “