Hidup adalah Perjuangan. Berjuanglah sesuai dengan kamampuan yang Tuhan berikan kepada Kita
yu
Tampilkan postingan dengan label Sumber Daya Manusia ( SDM ). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumber Daya Manusia ( SDM ). Tampilkan semua postingan

12.14.2008

PAPUA MEMBUTUHKAN SDM YANG HANDAL

Oleh : Madai

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era globalisasi mempunyai dampak yang sangat kuat terhadap manajemen sumber daya manusia dan skillnya. Fenomena social masa kini dan masa depan dalam era ini, yang sangat menentukan adalah sumber daya manusia dan skill. Sumber daya manusia dan skill merupakan modal dan kekayaan terpenting dari kegiatan manusia. Manusia sebagai unsur terpenting, mutlak, dianalisis dan di kembangkan dengan cara tersebut, waktu, tenaga, dan kemampuannya, benar – benar dapat di manfaatkan secara optimal bagi kepentingan umum maupun kepentingan individu.

Bangsa melanesia merupakan salah satu propinsi yang terletak di ufuk timur indonesia dengan sumber daya manusia dan skill yang relatif rendah di bahwa standar ketuntasan. namun, sumber daya alam ( SDA ) yang berada dalam perut bumi cenderawasih sangat bervariasi dan beraneka ragam seperti emas, tembaga, perak dll, dan sering di juluki juga sebagai pulau yang terkaya dengan kata lain, dapur Indonesia secara khusus dan dapur Dunia secara umum

Untuk mengolah dapur dunia tersebut bangsa melanesia harus benar – benar mempersiapkan sumber daya manusia ( SDM ) yang mapan dan keterampilan ( SKILL) yang sangat harus berkompoten di dalam bidang yang di tekuni sehingga solusi untuk orang melanesia akan terwujud dan tercapai sesuai keinginan dan kemauan bangsa Melanesia itu sendiri. Namun untuk mewujudkan impian tersebut bangsa melanesia benar – benar punya semangat, motivasi, dan keinginan yang tinggi terhadap perkembangan yang sementara merajalelah di muka bumi baik dalam bidang yang tekuni maupun yang bukan merupakan bidangnya.

Dalam era global ini orang melanesia harus pintar – pintar mencari solusi untuk mempersiapkan sumber daya manusia ( SDM ) dan keterampilan ( SKILL) yang berorientasi ke masa yang akan datang supaya kedepannya agar orang melanesia sendiri yang intervensi di alam cenderawasih.
Untuk mengolah sumber daya alam ( SDA ) tersebut dalam lingkungan hidup orang melanesia harus menciptakan interaksi yang baik dan berkesenambungan sehingga di antara kita sendiri ( orang papua ) akan selalu keseimbangan. Keseimbangan demikian boleh akan tergantung pada kerja sama dari semua lapisan bangsa melenesia baik itu lembaga pemerintahan, swasta, maupun lembaga dari kemasyarakatan artinya jika ada intervensi dari pihak – pihak yang berwewenang maka sumber daya alam akan di olah secara benar sehingga hasilnya akan merata sampai ke kalangan masyarakat yang jelata dan tertindas.

Menurut kepahaman orang non – papua, negeri melanesia adalah negeri yang kaya dan beraneka ragam sumber daya alam ( SDA ) yang di miliki oleh orang melanesia, namun hal tentang Negeri yang kaya yang di ungkapkan oleh non - Papua tersebut, untuk kepribadian manusia papua sebagai anak kaum kulit hitam dan rambut keriting dari bangsa melanesia, tidak ditanggapi dengan serius, karena sumber daya alam yang di nikmati adalah orang – orang non – Papua dan orang – orang melanesia yang bersifat elit politik sehingga adanya sumber daya alam di papua tidak dirasakan oleh masyarakat yang berdomisili di dusun – dusun dan kampung – kampung.

Peran Kaum Intelek Dalam Perkembangan Bangsa Melanesia

Dengan berkembangnya zaman – zaman yang modern, maka di tinjau belahan dunia yang berkembang saat ini, baik itu negara maju maupun negara berkembang pada prinsipnya mereka persiapkan sumber daya manusia dan ketrampilan yang mapan sehingga untuk pengelolahan tidak di libatkan orang – orang dari negara lain.

Untuk membangun negeri melanesia, kaum intelek yang merasa terpanggil benar – benar harus mempersiapkan sumber daya manusia dan skillnya dalam bidang yang di miliki dan di tekuni saat perkuliahan atau kursus, sehingga ketika anda ( kaum Intelek ) turun lapangan ( TURLAP) menjadi orang yang berkompoten dan bisa mengaplikasikan di kalangan masyarakat melanesia.
Akhirnya sebagai kaum intelektual, marilah kita tekuni prospek belajar kita semoga apa yang kita tekuni menjadi dasar ilmu bagi kita secara khusus, dan dasar ilmu bagi bangsa melanesia secara umum, sehingga anda ( kaum intelek) yang mengubah dan mengolah bumi cenderawasih untuk generasi yang mendatang.




10.03.2008

KESIAPAN SUMBER DAYA MANUSIA PAPUA DALAM MENEMPU JENJANG PENDIDIKAN

Oleh Ones Madai*)


Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang dominan karena satu-satunya sumberdaya yang memiliki akal, prestasi, perasaan, keinginan, karsa, pengetahuan dan keterampilan. Jadi, pada prinsipnya sumber daya manusia (SDM) adalah satu satunya sumber daya yang sangat menentukan maju mundurnya suatu daerah dalam bidang pendidikan di antaranya, aspek sosial, ekonomi, budaya dan politik.


Dengan melihat perkembangan dunia pada era globalisasi, Papua merupakan salah satu provinsi yang terletak di ufuk timur Indonesia, dengan sumber daya manusia yang relatif rendah dalam kemajuan pengembangan dan pembelajaran pendidikan, dan sumber daya alam (SDA) yang sangat bervariasi seperti, tembaga, emas, perak, dan minyak bumi.

Pendidikan Papua terbagi atas dua kawasan yaitu pendidikan di kawasan pesisir dan pendidikan di kawasan pegunungan tengah. Penulis lebih tendensi ke pengembangan pendidikan di kawasan pegunungan tengah (pedalaman). Khususnya di pegunungan tengah mengalami kendala yang sangat menyedihkan baik dalam fasilitas maupun tenaga pengajar karena masa depan rakyat dan tanah Papua tergantung dari sekarang.


Otonomi Khusus telah berjalan enam tahun, tetapi belum menampakkan wajah perubahan pendidikan di tanah Papua. Jadi, kewenangan pembangunan pendidikan di tanah Papua yang diatur melalui Undang-Undang Otonomi Khusus itu benar-benar harus digunakan untuk membangun rakyat Papua di atas tanah mereka. Karena tenaga pengajar dan fasilitas merupakan sesuatu alat yang dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Secara realitas pendidikan di pegunungan tengah (pedalaman) Papua banyak sekolah yang tidak efektif dalam proses belajar mengajar bahkan gedung sekolah tidak dapat di gunakan untuk belajar karena segala kebutuhan sekolah tidak terpenuhi dan tenaga pengajar kurang (guru). Kondisi demikian apakah sumber daya manusia akan berkembang? Dan yang bertanggung jawab terhadap pendidikan siapa? Apakah pemerintah, masyarakat, atau pihak yang berkewajiban atas berkembangnya pendidikan?

Dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di pegunungan tengah Papua sangat dibutuhkan tenaga-tenaga pengajar untuk memajukan pendidikan, karena tenaga pengajar memiliki posisi strategis dalam mengembangkan sumberdaya. Artinya, guru memegang peranan penting dalam melakukan aktivitas untuk mencapai suatu tujuan.

Kendala bagi anak anak pedalaman salah satunya adalah aksesibilitasnya, karena aksesnya tidak begitu lancar sehingga siswa yang memunya minat untuk sekolah pun semakin menurun daya semangatnya. Sebenarnya kemauan anak anak pegunungan tengah untuk sekolah sangat tinggi namun menjadi beban adalah aksesnya, karena dari rumah ke sekolah sangat jauh sekitar beberapa kilo meter jalan kaki hingga sampai di sekolah. Sementara sekolah tingkat SMP bisanya terletak di ibu kota distrik yang hanya dijangkau dengan jalan kaki dua atau tiga hari.

Selain itu, pendidikan sangat sulit berkembang karena sebagian dari tenaga pengajar inginnya menetap di perkotaan karena kondisi alam pedalaman sangat mempengaruhi keadaan fisik. Guru adalah pahlawan, karena guru sebagai pahlawan yang menyelamatkan peradaban suatu bangsa dari keterisolasian, keterbelakangan, kesengsaraan dan kebodohan. Guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Mengajar dengan mengedepankan profesinya sebagai mata pencaharinnya. Mengajar adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah. Guru mengajar sambil mendidik dan mendidik sambil mengajar. Apalagi membuka pemahaman-pemahaman pada tiap pribadi yang berbeda konsep berpikirnya.

Tingkat intelegensi yang menonjol adalah orang orang dari pedalaman di bandingkan dengan orang orang kota namun sayangnya mereka dapat ilmu dari mana sedangkan tenaga pengajar berkurang dan akibatnya banyak siswa yang tidak ingin sekolah. Suatu hipotesa mengatakan bahwa " Suatu bangsa yang tak mampu mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki bangsanya serta mencurahkan secara efektif untuk kepentingan pembangunan maka bangsa tersebut tidak akan mampu membangun bidang lain" (Tjiptohenyanto, 69).

Hipotesa di atas memberikan gambaran yang jelas arti pentingnya sumber daya manusia bagi suatu bangsa. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini, kita harus cepat-cepat mengenali dan menguasai segala bentuk perubahan, termasuk sumber daya manusia. secara real (nyata) tempat belajar bertambah di daerah pedalaman, misalnya Distrik tigi, kabupaten Paniai dulunya dua SMP namun sekarang bertambah menjadi lima SMP. Menjadi pertanyaan adalah apakah sumberdaya bisa berkembang jika tenaga pengajar berkurang sedangkan infrastruktur meningkat ? Itu sangat tidak mungkin terjadi dalam pengembangan SDM karena yang memajukan sumberdaya adalah tenaga pengajar.

Salah satu input untuk pemerintah daerah adalah khususnya pemda pegunungan tengah mengapa dana dana pendidikan di alokasikan ke tempat lain sedangkan SDM tidak berkembang. Kalau boleh pemerintah harus menyekolahkan anak-anak ke jurusan keguruan dengan biaya pemda agar sumber daya bisa berkembang dan selesai study kembali dan mengabdi di daerah tersebut.Alasan utama orang Papua jarang studi keluar daerah adalah kurangnya sumber daya manusia, sarana dan prasarana. Selain itu, ada hal mendasar lain yaitu, tidak tersedianya studi mendalam selepas SMA. Mengenai sarana dan prasarana yang kurang seharusnya menjadi prioritas utama di samping faktor lain. Faktor lain misalnya, guru sebagai pendidik dan pengajar memiliki arti penting bagi dunia pendidikan. Terutama pendidikan formal.