Hidup adalah Perjuangan. Berjuanglah sesuai dengan kamampuan yang Tuhan berikan kepada Kita
yu
Tampilkan postingan dengan label BAIT - BAIT PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BAIT - BAIT PUISI. Tampilkan semua postingan

1.18.2012

Ibu

Lima puluh tahun telah berlalu
Tak terasa waktu berputar
Jika kamu manusia
Ku ingin menyapamu
Agar generasiku nikmati alam raya

Ibu....
Umurmu semakin tua
Seluruh tubuh sedang di kuras
Apa yang kamu tinggalkan bagi anakmu.

Ibu....
Umurmu yang begitu tua
Engkau sedang di aniaya, perkosa, bahkan
Anak cucumu sedang bertahuran darah
di negerinya sendiri....

haruskah kami hidup begini...
haruskah kami menderita di negeriku sendiri

Oh....tidak..tidak

Kami ingin bebas
Kami punya masa depan

Ibu....
Batin ini tak mampu bertahan lagi...
Melihat semua ini.
Satukan kami,....
Untuk M e l a w a n-Nya.

6.12.2010

SISIR BAMBU, TIADA DUANYA

Awal adalah permulaan
Tiada kata akhir
Semua pekerjaan ada awal dan akhirnya
Sekalipun anda menyangkal dirimu
Walaupun jati dirimu di injak – injak.

Karena.....

Selamanya anda adalah Ras Melanesia
Hargailah harkat dan martabatmu
Hargailah sisir bambumu
Hargailah Tifamu
Hargailah Kotekamu
Sayangilah Alammu

Karena........

Jati dirimu semakin pudar
Kekompakanmu semakin luntur
Tanahmu di kuasai oleh orang lain

Kini......

Matahari semakin terbenam
Mengikuti putarnya bumi
Rebutlah tanahmu
Selamatkan rakyatmu
Bawahlah keluar ras melanesia
Karena tanah papua
Sedang menanti figur Intelek
( Buatlah konsolidasi, dan lawanlah Penjajah)_Ones Madai

4.30.2010

MUALL......"""

Semua telah terjadi….
Sudah banyak darah yang tumpah…..
Sudah banyak air mata yang menitik.....
Alam sudah terlalu muak......
Dengan semua tingkah Kamu.......
Pulanglah......Kerumahmu
Bersahabatlah dengan alamMu
Karena…..
Manusia PAPUA ingin Nikmati hidup sendiri.....
Karena…
Tuhan titipkan bumi PAPUA........
Untuk kita perlakukan dengan bijak.....
Bersama alam kami...
hidup dalam damai dan aman......



3.11.2009

BAIT – BAIT PUISI

Melodi Cinta

Awal hari itu
Wajahmu begitu erat dibenahku
Gerakan jeramimu seperti memainkan
Melodi yang indah buatku

Aku….
Sangat terpesona
Saat kita bertemu di bangku SMA
Namun rinduku selalu mengebu
Untuk membiaskan isi hatiku

Kadangkala seruanku
Melewati rintangan dan godaan
Tak apalah isi hatiku
Bisa biaskan melalui gelombang suara

Setiap waktu aku berfikir
Setiap malam aku merenung
Akan arti cinta sejati yang engkau
Berikan padaku
Kaulah wanita sejatiku ( for You Mer.M )


Jeritan Hati

Malam semakin mencekam
Awan hitam enggang berderat
Seakan turut menangis
Betapa kelabunya nasib negeriku
Hanya sepotong doa terucap

Tuhan berikanlah kekuatan bagiku
Untuk tabah menghadapi cobaan ini
Penculikan, pembunuhan, korupsi, dan manipulasi
Seakan menjadi hal yang wajar di tanah kami
Hukumnya sebuah permainan biasa

Dimanaka keadilan yang kami dambahkan
Dunia segang menutupi mata telinga
Kemana ka mencari keadilan yang hakiki
Adakah orang yang murah hati
untuk mengerti hal ini
Namun semuanya khayalan belaka
Aku ingin bebas bersama ras Melanesia