Hidup adalah Perjuangan. Berjuanglah sesuai dengan kamampuan yang Tuhan berikan kepada Kita
yu

1.11.2012

Blogku Onggokvoice

Awalnya (Kira-kira tahun 2007) saya mengirim sebuah artikel ke http://www.pendidikanpapua.blogspot.com, kini Lembaga pendidikan Papua. Namun, di blog yang di maksud di atas tidak memuat artikel yang sudah di kirim. Saya sangat kecewa sekali karena, tulisan itu merupakan hasil buah fikiran yang paling pertama. Dengan hal ini, saya tidak merasa mundur namun, tekad dan semangat untuk menulis semakin mengebuh. Ketika itu saya juga sadar kalau tulisanku tidak layak di muat karena penggunaan bahasa penulisan tidak teratur.

Dengan semangat yang tinggi sayapun mulai pelajari cara mendaftar dan penggunaan blogspot. Karena, Melalui blog ini saya bisa kembangkan tulis-menulis tanpa di koreksi oleh orang lain kecuali saya sendiri. Apabila kita mengirim tulisan ke media maka bahasa redaksi akan di ubah sesuai dengan paradigma orang lain.

Seringkali tulisan yang kita kirim ke media jarang di muat bahkan tidak pernah di muat oleh redaksinya, alangkah indahnya memiliki website dan atau blog yang gratis agar lebih mudah posting berita maupun opini sesuai dengan kemauan sendiri.

Ketika saya mendaftar di account blog, hal pertama di benak-ku adalah bagaimana mengambil judul blog, apa yang saya akan muat di rublik blog? perlu saya muat tulisan orang lain di blog? berbagai macam pertanyaan menjadi beban saat itu. Kenapa pertanyaan menjadi beban buat saya? Karena Ketika itu saya masih belum bisa merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat jangankan sebuah tulisan atau artikel.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya mencoba dan ambil komitmen dalam rublik blog yang boleh muat adalah tulisanku. Sekalipun saat itu belum bisa menulis ( sekarang juga menulis masih pada tahapan belajar menuju penulis Handal). Setelah pengambilan komitmen pada penguraian sebelumnya, judul blog menjadi perhatian yang serius

Entahlah, saat itu yang ada d benakku untuk pemberian nama blog adalah Onggokvoice. Kenapa onggokvoce? Karena onggok merupakan nama samaran terpopuler di hadapan teman-teman saat bangku SMP dan SMA. Setelah saya baca Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) onggok adalah long.gok, timbunan (himpunan) barang, spt buah, padi, sampah; tumpuk (hahahahahaha.....lucunya). salam

1.09.2012

UJUNG ROTAN ADA DIDIKAN

Pertama masuk sekolah dasar merupakan saat-saat yang sangat susah untuk di bina oleh orang tua, apalagi anaknya yang tidak pernah turuti perintah orang tua alias pemalas. Sering orang tua menjadi stres bahkan tidak pernah mengurus anaknya yang bandel (kepala Batu). Hal-hal seperti itulah yang saya alami saat itu. Kami beradik-kakak berjumlah 8 orang.

Dalam keluarga tersebut yang di kategorikan sebagai anak yang nakal adalah saya. Sebab, saat itu Orang tua (ayah) sangat susah membina saya karena kelakuan dan tingka laku melewati standar pola fikir manusia. Setiap keluar-masuk rumah selalu di kawal oleh ayah apalagi tidak masuk sekolah. Dengan tingkah laku yang bandel sempat putus sekolah.

Di sekolah juga ayah sering datang untuk cek-cek saya bahkan sampai di ruangan belajar. Rotan dan kayu buah menjadi teman hidup. Pukk.....pakk.... bunyi rotan terdengar di badanku setiap pagi apabila tidak ke sekolah, dan suara rotan singgah kembali di seluruh tubuh ketika tidak menuruti perintah orang tua.

Mau tidak mau, suka tidak suka hal itu (rotan) menjadi makanan rutinitas yang harus terima, derain air mata selalu membasahi di pipiku (untung tidak membengkak). Ayah melakukan berbagai cara untuk mendidik saya. Kadang, ayah mengantar saya sampai depan pintu pagar sekolah, kadang juga, di bayar dengan uang lalu harus masuk sekolah.

Kerja keras dan upaya dari orang tua selalu menjadi perhatian khusus yang sangat berharga dalam hidupku. Berbagai macam didikan dan motivasi yang mendalam dari orang tua, pada akhirnya bisa menyadarkan saya dari berbagai kenakalan.

Saya sangat bersyukur karena mempunyai seorang ayah yang telah merubah pola fikir dan tingkah laku menjadi manusia yang sadar akan keluarga, lingkungan dan sesama. Di samping itu berbagai macam saran dan masukan dari seorang ibu di barengi dengan Doa yang tulus telah mendorong saya hingga sekarang sedang dalam penyelesaian Tugas Akhir (TA).

Pepatah mengatakan” pengalaman adalah guru yang terbaik”. Di ujung rotan ada didikan, ajakan, nasehat dan berbagai motivasi yang menjadi inspirasi hidup menuju hari esok yang lebih cerah. Salam.

1.06.2012

Belajar, Belajar dan Belajar

Malam ini tepat Jam 19.00 Wib (05/01) menjadi waktu yang panjang dalam aktivitas ini hari, beberapa kali kertas ukuran A4 menjadi bekas goresan printer Canon Pixma, bahkan kertas yang sudah habis pakaipun di fungsikannya lagi. Hal-hal seperti ini mungkin, bagi kaum pemula pernah merasakannya seperti saya yang malam ini menjadi pengalaman yang berarti.

Waktu terus berlalu dalam mendesign sebuah peta di malam ini, terus terang saya orang yang belum mengerti aplikasi autochad, apalagi archview, argis dan lain-lain. Program yang saya sedang gunakan tersebut sudah lama mengenalnya baik itu melalui internet bahkan di kampus. Namun, jarang sekali saya mencoba program autochad tersebut (ciri-ciri orang pemalas hahahahaha).

Beberapa kali saya mencoba dan mencoba akhirnya sedikit demi sedikit bisa ter-digitasi dengan baik peta tersebut. Tapi sayangnya, itu hanya pada tingkatan digitasi saja, belum lagi cara mementukan koordinat, skala, legenda dan lain-lain. wauuuu, masalah semakin rumit lagi yang saya harus tempu.

Seandainya kalau ada tutorial autochad, buku-buku panduan dan panduan lain yang menunjang dalam proses belajar ini, sudah tersedia ya, apa boleh buat saya harus ikuti panduan tersebut, tapi, rak buku saya tidak ada panduan satupun yang tersedia. Hal ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi saya untuk mengumpulkan tutorial sebanyak mungkin agar hari-hari kedepan tidak rumit lagi.

Kendatipun saya belum optimal menyelesaikan dalam mendigitasi peta tersebut tapi, saya harus PD, Percaya Diri sangat penting dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dalam proses digitasi tersebut berjalan dengan tertib dan lancar sekalipun ada capeh dan lelah, namun, ada pepatah mengatakan orang belajar tidak mengenal batas umur, apalagi seperti saya yang masih pemula dan ada niat serta semangat yang tinggi untuk belajar. Salam.

1.05.2012

1 DESEMBER HUT BANGSA PAPUA BARAT

Beberapa media masa maupun media elektronik di Indonesia selalu mempublikasi bahwa 1 desember merupakan Hari Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM). Apalagi, saat bertepatan dengan 1 desember hebohnya luar biasa. Namun, sayangnya media belum mengetahui kalau 1 desember merupakan hari ulang tahun Bangsa Papua Barat yang mana telah di deklarasikan sejak tanggal 1 desember 1961 sebagai sebuah Negara.

Perlu di ketahui bahwa 1 desember bukan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM). Awal dari gerakan-gerakan kemerdekaan Papua Barat kini di sebut dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah jatuh tanggal Tanggal 26 Juli 1965. berdirinya OPM di kota Manokwari sejak 26 juli 1965 Gerakan itu merembet hampir ke seluruh daerah Kepala Burung, dan berlangsung selama dua tahun. Tokoh pemimpin kharismatis gerakan ini adalah Johan Ariks, yang waktu itu sudah berumur 75 tahun.

Dalam artikel ini saya sangat tertarik dengan isu yang beberapa waktu lalu saat bertepatan dengan Hari Lahirnya bangsa Papua barat, media elektronik maupun media massa mengklaim bahwa 1 desember adalah hari OPM. Jika ada etika pers/jurnalistik di NKRI maka kebohongan besar yang di lakukan oleh media terhadap public, mestinya harus di adili di pengadilan.

Secara lengkap sejarah Papua sekarang sudah beredar di media internet sehingga bagi yang membutuhkan dan belum mengerti persoalan papua boleh Tanya ke Om www.google.com . Kepada mereka yang mempublikasikan informasi baik itu melalui media elektronik maupun media massa perlu dapatkan informasi yang akurat, jangan berpihak pada kaum kapitalis atau kaum berjouis. Sehingga, seenaknya memberitakan persoalan tanpa data yang akurat, Seandainya hukum di Negeri ini transparan maka seharusnya media yang salah mempublikasikan mestinya di kenahkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.

Dengan demikian, 1 desember merupakan hari lahirnya Bangsa Papua Barat di bumi Cenderawasih bukan HUT OPM. 26 Juli adalah Hari Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Mahasiswa Deiyai; Sesalkan Dana Pemondokan

Kinerja kabupaten deiyai dalam hal menangai biaya pemondokan dan asrama permanen menjadi buah bibir di kalangan para mahasiswa dan pelajar di seluruh Indonesia. Dana pemondokan Se- sulawesi serta asrama permanen di Jogjakarta hingga kini belum di realisasikan, mestinya dana pemondokan dan dana asrama permanen sudah realisakannya. Namun, sampai saat ini mahasiswa masih belum menerima bantuan apapun dari pihak pemda, padahal dana tersebut sudah alokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)2011 tahun lalu.

“Sampai saat ini mahasiswa asal Deiyai Se-Sulawesi belum mendapat Bantuan Biaya Pemondokan, pada hal mahasiswa asal Deiyai di dalam Papua dan se-Jawa Bali sudah diserahkan, Ujar Koordinator Ikatan Mahasiswa Deiyai Se-Sulawesi, Rickson Edowai ketika menghubungi via selular di media ini.

lanjut edowai “Kenapa Pemda Deiyai mau laksanakan tugas dan tanggung mereka di tahun anggaran baru 2012? Ini kan program yang dianggarkan tahun 2011, bukan program 2012, Seharusnya diselesaikan pada tahun anggaran 2011,“

Hampir seluruh kota study yang tersebar di Indonesia sudah di realisakan dana bantuan tersebut. Oleh karena itu, Dalam pembagian dana pemondokan mahasiswa deiyai sulawesi menilai bahwa Pemda deiyai sedang prioritaskan hubungan kekerabatan yang akrab dalam relasi keluarga.

“Diharapkan dalam waktu dekat pemda deiyai harus turun ke Se-Sulawesi, jika tidak maka, kami akan mobilisasi massa untuk turun aksi di deiyai” tandasnya.

Secara terpisah, ketika media ini menghubunginya, Ketua Forum komunikasi dan mahasiswa Deiyai (FORKOPMADE) Se-Jawa dan Bali, Elias B. Pigome sangat sesalkan atas kinerja kabupaten deiyai yang lamban menangani program prioritas.

“Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan tolak ukur suatu proses pembangunan dalam mempersiapkan kader-kader mudah deiyai sehingga pemda harus di prioritaskan pelajar dan mahasiswa deiyai yang tersebar di seluruh Indonesia” Ujar ketua Forkopmade.

Mahasiswa deiyai Se-jawa dan bali, lanjut pigome, kami masih menanyakan tanggungjawab pemda deiyai dalam merealisasikan asrama permanen di jogjakarta, karena sampai saat ini dana asrama permenan belum di realisasikan.

“Seharusnya pemda sudah realisasikan bersamaan dengan asrama permenan wilayah papua di manokwari” tandasnya.

Jelas ada indikasi bahwa segelintir orang sedang mengelabui anggaran dana peruntukan asrama permanen mahasiswa Deiyai, sehingga di harapkan supaya Bupati Kabupaten Deiyai perlu croscek anggaran tersebut.

“Apabila dalam waktu dekat tidak realisasikan dana pemondokan maupun dana asrama permanen maka, mahasiswa akan cari solusi-solusi konkret, dalam hal ini, kami akan berupaya advokasi ke KPK serta akan mobilisasi massa untuk aksi ke Deiyai” ujar ketua.

10.05.2011

Semutpun TUHAN Pelihara

Kehidupan manusia tak luput dari interaksi manusia yang harmonis. Dalam menjalankan proses kehidupan, banyak hal menjadi rintangan dan tantangan dalam menjalankan suatu aktivitas. Sekalipun badai menguncang namun Tuhan selalu menjaga kita dalam segala hal dan menjadi tuntunan arah dalam kehidupan umat manusia di muka bumi.


Sejak itu saya di bangku kuliah, tetapnya semester 4(empat) di Universitas PGRI Adhibuana Surabaya, saya harus pulang berlibur ke kampung halaman (Wakeitei) karena saat itu libur selama 2(dua) bulan. Ketika sampainya di wakeitei, saya sangat simpati (bukan Kartu Perdana) dan jatuh cinta dengan seorang gadis di pinggiran danau Tigi, Distrik Wakeitei ( Kini Ibu kota Kabupaten Deiyai-Papua). Dalam hubungan kami berdua berjalan dengan harmonis dan sangat mesra. Tanpa memperhatikan latar belakang sebagai mahasiswa ( belum punya bekal), saya optimis dan komitmen untuk bertatap muka dengan orang tua dari pihak perempuan.


Dengan segala keraguan, saya menemui orang tuanya. Hal pertama yang bapak (orang tua dari pihak perempuan) ungkapkan adalah bagaimana dengan Kuliahmu? karena kamu belum punya bekal untuk menjamin anak dan istri pada masa yang akan datang. Ketika bapak lontarkan kata tersebut saya pun tidak bicara banyak, hanya berdiam diri serta mendengarnya.


Melalui hubungan kita yang semakin harmonis, semakin meluas informasi tentang pacaran antara saya dengan pacarku ( Kini Sudah Istri). Begitu meluasnya informasi, tetangga di sekitar tempat tinggalku, datang ke rumah dengan tujuan ingin memberikan masukan berupa saran dan nasehat agar kembali melanjutkan kuliah, karena saya anak satu-satunya yang orang tua harapkan untuk harus sukses.


Segala saran dan kritikan dari saudara-saudariku, ku-terima dengan lapangdada, karena memang saya masih status kuliah. “ Kamu mau kasih jamin dengan apa? Kamu belum punya bekal” kata ini yang memancing emosional untuk tetap kawin, karena Tuhan itu selalu memperhatikan segala kebutuhan, sekalipun binatang kecil seperti semut.


Dalam hati kecil saya merasa, segala masukan dari orang tua sangat benar dan bermanfaat namun, yang tergores dalam benak fikiranku pertama, apabila saya kawin maka, Tuhan akan mengaruniai anak, Sementara populasi penduduk Ras Melanesia semakin punah, siapa lagi yang akan pertahankan ras Papua?


Dengan cinta yang tulus antara saya denga istri-ku, pada akhirnya tuhan mengaruniai seorang anak perempuan. Desi Madai itulah nama anak tersebut hingga bulan oktober 2011, usianya sudah berumur 9 ( sembilan) bulan. Kasih dari Surga selalu mengalir ke setiap orang dan Tuhan berikan berkat yang melimpah ke Umat Manusia, melalui perantara orang lain, seperti diriku yang selalu Dia memenuhi segala permintaan melalui Doa.(*Madaibo)

7.15.2011

MAHASISWA DEIYAI TETAP TURUN KAMPUNG

Tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam forum komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Deiyai (FORKOPMADE) se-Indonesia, Dalam hal pemondokan dan tugas akhir , meskipun di realisasikan dalam waktu dekat, ( sekalipun belum ada tanda-tanda ) namun pihak mahasiswa tetap akan turun kampong dan akan mengadakan Audensi, karena pemeratahan pembangunan dan kesejaterahan masyarakat merupakan bagian dari campur tangan dan tanggunjawab oleh masyarakat, pemerintah dan mahasiswa sebagai tim independent yang akan menjadi mediator demi kemajuan daerah deiyai.

Kesepakatan bersama dalam rapat FORKOPMADE yang berlangsung di Surabaya di antaranya audensi di kabupaten deiyai , tidak berupa demo ( aksi). Aksi ( demo) sama saja dengan menjatuhkan harga diri mahasiswa, dan tidak menemukan solusinya. Pola demontrasi atau aksi di kantor DPRD , Kantor Bupati, kita sebagai mahasiswa atau terpelajar perlu berubah dengan konsep yang lain artinya merumuskan kegiatan melalui audensi pada masyarakat, mahasiswa dan pemerintah. Oleh karena itu, keputusan untuk audensi di kabupaten deiyai oleh mahasiswa tetap di laksanakan sesuai dengan jadwal yang sudah di tetapkan

Audensi yang akan di adakan di kabupaten deiyai adalah berupa sosialisasi dan pemberian pemahaman kepada masyarakat dan Pemerintah agar prospek pemeratahan pembangunan berjalan sesuai dengan mekanisme dan penuh akuntabilitas . dalam pelaksanaan audensi tersebut pihak mahasiswa telah siapkan materi-materi yang akan di paparkan di kabupaten deiyai , materi yang di siapkan di antaranya peningkatan pengembangan pendidikan, pembangunan berbasis masyarakat, peningkatan social dan budaya. dalam hal ini telah di tetapkan struktur kepanitian yang mensukseskan audiensi hngga pada acara puncaknya.

Mahasiswa sebagai agen penggerak perubahan di negeri deiyai yang akan memegang estafet kepemimpinan pada masa yang akan datang, dengan ini perlu di tuntut untuk mulai berperan aktif dalam suatu terobosan baru di daerah deiyai demi kesejatehan rakyat setempat menuju era yang baru.

5.18.2011

Merubah Diri dari Hal Kecil

Madaibo_Tak ku bayang betapa besar orang mengatakan suatu hal kecil beranggapan bahwa itu pekerjaan kecil yang tidak mempunyai makna. Kadang kalah orang berfikir juga pekerjaan yang kecil tidak memberikan suatu manfaat , namun di balik suatu pekerjaan yang kecil akan mendukung anda dan menuju pada suatu arena yang lebih besar dari yang semula, sangat di sayangkan apa bila impiannya menaruh pada hal – hal yang besar dan berkaliber.

Setiap orang yang berkembang pada awalnya ia akan lalui berbagai pekerjaan yang kecil dan tidak mempunyai nama ( tidak berlevel). Ketika seseorang memduduki suatu jabatan dengan kedudukan yang tinggi tentunya ia selalu melewati berbagai rintangan dan tantangan entah mau dan tidak, setiap individu akan alami masalah yang hampir sama dengan orang lain ( dinamika hidup) sekalipun orang tersebut latar belakang ekonomi serta finansialnya menjamin dalam arti tidak kekurangan serta serba kecukupan.

Jangan berfikir bahwa pekerjaan kecil itu melakukan hal yang serupa saja namun contoh – contohnya adalah bagaimana seseorang bertanggung jawab terhadap tugas dan pekerjaan yang berikan dari suatu organisasi. Bukan saja pada organisasi namun pola hidup anda sehari – hari pun akan mempengaruhi dinamika kehidupan anda selanjutnya, sehingga bagaimana seseorang tersebut merespon hal yang di maksud ini secara nyata.

Tingkah laku pada setiap orang akan menjadi kebiasan. Kebiasan tersebut akan terbentuk sebuah karakter. Karakter tersebut akan menuai suatu alur berfikir yang sesuai dan tidak sesuai dengan tuntutan Ilmu pengetahuan dan teknologi ( IPTEK), sehingga era-globalisasi menuntut untuk lebih kejih untuk menilai suatu masalah dalam konteks proses perubahan pada seseorang.

Perubahan karakter serta pola berfikir orang tidak akan datang dari dunia luar, tapi perubahan sudah terstruktur dalam diri masing-masing orang nah, sekarang kembali pada kita sendiri untuk mengembangkan dan tidaknya ini. Untuk membenahi pola fikir yang baik kembali pada induvidu, entah bagaimana seseorang meresponnya.


Mulailah dari sekarang


Kebiasan orang tundah-tunda pekerjaan menjadi hal yang sangat susah untuk melepaskannya, padahal sudah terjadwal pekerjaan tersebut, mestinya tuntaskan itu hari juga. Seandainya kebiasaan buruk tersebut kita musnahkan hari ini atau sekarang ini, maka kebiasaan tersebut akan terbawa dan merupakan salah satu contoh perubahan pada diri kita.


Mulai dari Diri


Kadang-kadang sengaja maupun tak sengaja kita mendiskusikan karakter orang lain, dari cara berpakaian, dari gaya jalan, serta tingka lakunya. Sedangkan karakter anda belum nilai secara detail. Apakah anda sudah tauh karakter kamu? Pola hidup anda?gaya jalan mu?. Namun saya tidak terlalu membahas hal ini karena sayapun belum tauh karakterku ( Wuuu…..manusia to). Tatalah diri anda dari sekarang, terimalah secara berjiwa besar yang menjadi inspirasi hidup anda dari pribadi kita.


Mulai dari Kecil


Hal besar berawal dari pekerjaan-pekerjaan yang kecil sehingga manfaatkan waktu untuk merebut hal yang di maksud, mungkin contoh kecilnya adalah renungkan saja saat perubahan anda pada sisi pendidikan. Berawal dari Tingkat Kanak-kanak hingga Strata tiga ( S3). Sangat ironis kalau ada orang yang Pendidikannya dari Strata Tiga hingga turun sampai pada Tingkat kanak-kanak ( hahahaha…..macam lucu ka).

Sehingga metode Mulai dari Sekarang, Mulai dari Diri dan Mulai dari kecil ini menjadi pegangan hidup menuju perubahan. salam